Thursday, April 07, 2005

Obat kuat

Kuat-kuatan Obat Kuat
(Nikmatnya jualan obat kuat)


Masalah kejantanan ternyata menjadi lahan bisnis yang menarik. Jangan heran bila makin banyak produsen yang terangsang dan masuk gelanggang bisnis obat kuat. Apalagi obat perangsang bisa membikin kocek perusahaan menjadi lebih tegak lantaran pangsanya masih menganga lebar.

Kegemaran pria Indonesia menjaga kejantanannya ternyata cukup tinggi. Penjualan obat kuat tradisional beberapa tahun belakangan ini berhasil mencatatkan angka cukup lumayan. Irex, misalnya. Kendati terbilang pendatang baru, obat kuat keluaran PT Dankos Laboratories ini setiap bulannya berhasil melego 720.000 bungkus senilai Rp 1,4 miliar. Jadi, bukan cuma mampu membuat kaum lelaki lebih perkasa, Irex juga oleh para analis pasar modal diprediksi bisa membuat keuangan induk perusahaan Bintang Todjoeh itu lebih oke.

Selain Irex, ada dua produsen jamu lain yang bisa membuat daya tahan kaum pria lebih hebat: Sido Muncul dan Air Mancur. Menurut Irwan Hidayat, Direktur Sido Muncul, pasar obat atau jamu perangsang lumayan besar. ”Kaum lelaki itu paling gampang pindah-pindah,” tutur Irwan. Maksudnya, hobi mencoba-coba obat kuat yang baru. Makanya, Sido Muncul memproduksi jamu Kuku Bima, yang di-percaya bisa meningkatkan hormon yang sudah menurun. Saat ini 25% omzet Sido Muncul berasal dari jamu-jamu kuat.

Posisi Sido Muncul sebagai pemimpin pasar memang cukup kuat. Makanya, para produsen jamu mencoba berkompetisi di tempat lain, meski pasarnya tetap kaum adam. Tengok saja Air Mancur yang lebih fokus untuk obat pegal linu dan penambah tenaga. ”Jadi, bukan ke arah hubungan intim saja, melainkan juga ke arah penambah stamina,” jelas Heineman Ihsan, dari Departemen Promosi dan Riset Air Mancur. Sebut saja Pil Kita yang menjadi andalan Air Mancur. Selain itu, ada juga produk lain seperti Ben Kuat, Prolinu, Ralinu, dan Herbavitman.

Pertumbuhannya bisa mencapai 60%

Pangsa pasar obat dan jamu kuat memang bersinar-sinar. Kabarnya, 10% dari dari 60 juta pria dewasa di Indonesia ditenggarai mengalami masalah di tempat tidur. Entah benar atau tidak, yang jelas, menurut Irwan, kebanyakan keperkasaan pria di atas 35 tahun mulai menurun. ”Namun, tidak tertutup kemungkinan umur 20-an pun bisa,” jelas Irwan. Nah, umumnya pria muda malu bila harus datang ke dokter sehingga lebih memilih obat dan jamu. Apalagi menguatnya kurs dolar terhadap rupiah membuat obat-obatan farmasi makin mahal.

Data di atas memang harus dibuktikan dulu kebenarannya. Tapi, kabar burung itu jelas menjadi semacam doping bagi produsen jamu untuk semakin galak memasarkan obat kuatnya. Irex, misalnya, sepanjang 2001 telah menyiapkan dana sebesar Rp 12 miliar untuk promosi. Jangan heran bila iklan Irex bertebaran di mana-mana. Penjualan Irex juga dibantu lewat internet. Alhasil, penjualannya terus meroket. ”Sejak diluncurkan Mei lalu, penjualan meningkat 20% setiap bulannya,” kata Ari Krismono, Senior Product Manager Bintang Toedjoeh.

Irex saat ini dianggap sebagai alternatif dari Viagra yang harus menggunakan resep dokter dan harganya bisa ratusan ribu rupiah. Untuk mendapatkan Irex, konsumen cukup menyodorkan dua lembar uang ribuan. Khasiatnya, menurut pengakuan Ari, mirip dengan viagra. Yakni: disfungsi ereksi, eja-kulasi dini, dan untuk meningkatkan libido. Intinya merangsang agar ”sang jago makin kencang berkokok”. Sayang, Ari tidak bersedia menyebutkan berapa omzetnya. Namun, tahun ini Irex diperkirakan akan menguasai 10% pangsa pasar obat kuat dengan total penjualan antara Rp15 miliar hingga Rp 20 miliar per tahun.

Total penjualan obat dan jamu kuat nasional, di luar Viagra, ditaksir mencapai Rp 150 miliar sampai Rp 200 miliar per tahun. Sido Muncul sendiri menguasai 30% dari total produksi obat dan jamu perangsang syahwat dengan total penjualan sekitar Rp 48 miliar per tahun. Sementara itu, penjualan PT Nyonya Meneer dari jamu Sehat Perkasa dan Sehat Perkasa Cream mencapai Rp 2 miliar per tahun. Dalam soal menjual ”kejantanan”, Nyonya Meneer memang kalah bersaing dengan Sido Muncul atau Dankos. Tapi, dalam penjualan jamu untuk wanita, Nyonya Meneer boleh berbangga dengan total Rp 100 miliar per tahun.

Kendati begitu, Nyonya Meneer tak menganggap enteng pasar jamu lelaki. Buktinya, dalam waktu dekat produsen jamu ini akan meluncurkan produk terbarunya yang lebih hebat dari Sehat Perkasa. ”Tapi, kami belum memberi nama,” kata Charles Saerang, Presiden Direktur PT Nyonya Meneer. Ia menyebutkan, pasar jamu lelaki masih cukup potensial. Pernyataan Saerang ini diperkuat data Index Medicine Survey yang menyebutkan bahwa pertumbuhan obat disfungsi ereksi mencapai 60% per tahun. ”Kebutuhan seks itu tak akan ada habisnya. Apalagi masalah seks sekarang ini semakin terbuka,” kata Saerang lagi.

2 Comments:

Blogger Blogger said...

Mantap..., baca juga tanaman yg bikin sembuh impoten dan tanaman andalan kepala suku di papua utk melayani 41orang istri di WWW.GOGREEN.WEB.ID

6:46 am  
Blogger bunga craft said...

siiip dan mantap........... tapi itu obat aman gx ya di konsumsi dalam jangka panjang ?

1:53 pm  

Post a Comment

<< Home